People Innovation Excellence

Peranan Manajemen Risiko

Setelah memahami definisi risiko maka untuk menganggulangi dampak dari kejadian/peristiwa risiko kita memerlukan manajemen risiko yang holistik. Karena risiko dapat terjadi kapan saja, kita sering merencanakan dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasinya ketika opsi tersebut tersedia. Risiko dapat ditekan dengan mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa negatif atau mengurangi dampak dari peristiwa risiko tersebut terjadi. Sebagai contoh, jika kita mengidentifikasi risiko kerusakan peralatan sebagai risiko yang signifikan, kita dapat mengurangi biaya risiko dengan menggunakan peralatan yang tahan lama sehingga frekuensi kerusakan peralatan berkurang (mengurangi kemungkinan) atau dengan mengalokasikan anggaran untuk merancang rencana operasional yang dapat dijalankan dan memungkinkan kita tetap beroperasi walaupun terjadi kerusakan peralatan (mengurangi dampak).

Meskipun manajemen risiko membawa manfaat dalam mengurangi biaya akibat peristiwa risiko, namun dalam kebanyakan kasus, hal ini tetap saja memerlukan biaya tambahan. Oleh karena itu, terdapat trade-off yang harus dipertimbangkan: seringkali sulit untuk mengurangi risiko secara signifikan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Sebagai contoh, pembayaran premi asuransi adalah standar dalam menghilangkan risiko tertentu. Asuransi adalah kontrak yang menjamin bahwa pemegang polis akan menerima kompensasi dari perusahaan asuransi jika terjadi peristiwa buruk. Namun, perusahaan asuransi tentu saja tidak akan bersedia mengambil risiko tanpa imbalan. Oleh karena itu, pembayaran premi dimuka diperlukan sebagai kompensasi untuk mendapatkan perlindungan dari kerugian potensial.

Upaya manajemen risiko harus sebanding dengan dampak dan biaya risiko yang dapat ditekan. Ini adalah salah satu prinsip dasar manajemen risiko. Kita tidak seharusnya menggunakan sumber daya yang melebihi manfaat nyata yang dapat diharapkan, namun kita juga tidak boleh mengabaikan langkah-langkah penanggulangan risiko yang dapat diambil dengan biaya yang wajar. Meskipun banyak orang cenderung khawatir tentang kurangnya manajemen risiko, sebaliknya, pengeluaran berlebihan juga merupakan potensi risiko. Seringkali, orang mungkin bersedia mengeluarkan sejumlah besar uang dengan dasar gagasan umum bahwa ‘risiko itu selalu buruk’ dan ‘tindakan harus diambil’. Sikap alamiah untuk menghindari risiko ini dapat membawa kita untuk mengadopsi strategi manajemen risiko yang pada akhirnya malah menjadi terlalu mahal saat dievaluasi. Hanya karena risiko ada dan potensial untuk berdampak buruk jika terjadi, bukan berarti secara otomatis dibenarkan secara matematis mengalokasikan sejumlah besar sumber daya untuk menanganinya.

Segala upaya dalam mengelola risiko harus mengidentifikasi sumber-sumber variabilitas yang mendasari kinerja serta biaya penanggulangannya yang masih dalam batas toleransi organisasi. Organisasi dihadapkan pada banyak faktor risiko sebagai hasil dari melakukan bisnis, dan tugas penting manajer risiko adalah memetakan dan menciptakan transparansi mengenai dampaknya. Seringkali, faktor risiko juga dapat disebut sebagai ‘Value Driver’ karena mereka sangat terkait erat dengan proses penciptaan nilai di perusahaan. Sebagai contoh, reputasi yang kuat mendukung penjualan, menjadikannya penggerak nilai. Jika orang menganggap reputasi sangat penting dalam sebuah perusahaan, mereka mungkin menggunakan kepercayaan semacam itu untuk mengambil keputusan dalam proses evaluasi alternatif keputusan yang berbeda satu sama lain.

Untuk alasan yang sama, ‘kehilangan reputasi’ akan menjadi faktor risiko karena menunjukkan bahwa, ketika reputasi rusak, pelanggan mungkin memilih untuk tidak membeli produk dari perusahaan tersebut. Ini pada gilirannya berarti hilangnya pendapatan dan kinerja yang lebih rendah.

Referensi :

Jankensgård, H., Kapstad, P. 2021. Empowered enterprise risk management : theory and practice. Hoboken: Wiley.


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close